22358d1f-c74a-4311-8e91-d501b0afc326Surabayaraya 18/03/16 : Tidak terima lantaran pimpinan Ormas dari Pemuda Pancasila (PP) ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejati Jawa Timur, Ratusan massa dari Pemuda Pancasila datangi Rumah Dinas Kajati Jawa Timur di Jl. Jimerto No.16 Surabaya.

Ditetapkanya La Nyalla Mattalitti dalam kasus korupsi dana hibah Kadin, memantik reaksi organisasi PP di Jawa Timur. Sekedar diketahui, selain menjabat Ketua Kadin, La Nyalla masih aktif sebagi Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur.

Pada Jumat Siang (18/03), Sekira pukul 13.00 Wib, Saat aksi berlangsung terjadi pengrusakan yang dilakukan oleh massa Ormas dengan melakukan pendorongan fiber penutup pagar bangunan dengan kayu bendera ataupun benda tumpul yang dibawa oleh Massa. Atas apa yang dilakukan oleh Massa fiber penutup lepas hingga jatuh ke bawah.

a3fbe12d-7d24-41bb-b7a8-0d8205f06d4dMassa aksi PP kali ini diperkirakan mencapai 200 orang dengan membawa 1 (satu) Mobil Komando dan beberapa mobil serta puluhan sepeda motor. Usai meluapkan emosinya di Rumah Dinas Kajati Massa Aksi bergeser ke Kantor Metro TV di Jl. Pengampon Komplek Permata Darmo Bintoro Surabaya.

TujuAN utama kedatangan PP ke Kantor Metro TV adalah untuk menuntut permohonan maaf terkait pemberitaan yang disiarkan oleh Metro TV, dimana dalam pemberitaan tersebut menyudutkan ketua Pemuda Pancasila La Nyala Mataliti sebagai tersangka kasus Kadin Jatim yang saat ini diusut oleh Kejati Jatim.
Sekira pukul 13.45 Wib dilaksanakan pertemuan antara perwakilan dari Pemuda Pancasila dan pihak Metro TV diwakili oleh Bpk. Atok selaku Kepala stasiun Metro TV biro Jatim dan Bpk. Uri selaku Program Director Metro TV biro Jatim.
Dalam pertemuan tersebut didapat hasil bahwa pihak Metro TV bersedia meminta maaf atas peliputan terkait visual yang menyudutkan La Nyala Mataliti sebagai tersangka kasus korupsi Kadin Jatim dan pihak Metro TV akan memberikan ruang tentang keluhan massa aksi dengan cara bersedia memberikan wawancara.
615da5bc-1c95-42c6-8e8d-eee8b5e98483Setelah Bapak Atok selaku Kepala stasiun Metro TV biro Jatim menemui massa aksi dan memberikan pernyataan permintaan maaf terkiat pemberitaan Metro TV, massa membubarkan diri dengan tertib. Tidak berhenti sampai disini Perjuangan Ormas ini kembali dilakukan di Kantor Kejati Jawa Timur di Jalan A. Yani Surabaya.

Sama halnya dengan kedatangannya ke Kantor Kejati pada Kamis (17/03) lalu, pihak PP kembali mempertanyakan penetapan pimpinan mereka La Nyalla M Matalitti sebagai tersangka kasus dana hibah pada Kadin Provinsi Jawa Timur tahun 2012 untuk pembelian IPO Bank Jatim.

” Pihak Kepolisian dari Polrestabes Surabaya sudah mempersiapkan personilnya di sejumlah tempat yang disinggahi oleh Massa Aksi dari Ormas Pemuda Pancasila tersebut. Hal ini dilakukan sebagai upaya preventif dari kepolisian untuk mengamankan dan mengawal jalannya penyampaian pendapat dimuka umum agar berjalan aman dan terkendali”, terang Kabagops Polrestabes Surabaya, AKBP Raydian Kokrosono.***day

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here