Anggota Polrestabes Saat Menghibur Anak- anak Ex Gafatar di Penampungan
Anggota Polrestabes Saat Menghibur Anak- anak Ex Gafatar di Penampungan

Surabayaraya 22/1/2016 : Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menghibur anak-anak dari mantan anggota aliran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang ditampung sementara di Asrama Transito milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai wujud bagaimanapun mereka adalah anak bangsa yang masih perlu bimbingan dan hiburan saat mengalami suatu permasalahan.

“Bagaimanapun juga mereka masih kecil dan masih memerlukan bimbingan yang benar, dan kami ingin anak-anak melupakan kejadian saat di kampungnya di Kalimantan, yang mana ada pembakaran, pengusiran dan sebagainya. Semoga anak-anak terhibur dan mulai melupakan keadaan mereka sewaktu di pontianak,” ujar Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Lily Djafar di Surabaya.

Menurut dia, kondisi psikologi anak-anak pasti terganggu dengan adanya permasalahan Gafatar yang berujung aksi pengusiran dari permukiman, hingga harus mengungsi dan ditampung sementara.

Karena itulah, sebagai aparat yang tidak hanya konsentrasi pada pengamanan, anggota polisi juga berkewajiban mengambalikan keceriaan sebagaimana anak-anak pada umumnya.

“Polisi adalah sahabat anak. Mereka harus tetap tertawa dan gembira karena belum mengerti apa-apa. Polisi akan berusaha sekuat tenaga memulihkan traumanya,” tambah perwira dengan melati dipundak tersebut.

Bertempat di halaman asrama, usai beristirahat setelah menempuh perjalanan dari Mempawah ke Surabaya, puluhan anak-anak dari mantan anggota Gafatar dihibur Opera Wayang Polisi yang ditampilkan anggota Polisi Lalu Lintas Polrestabes Surabaya.

“Mereka harus ceria dan percaya diri. Meski kami sering melaksanakan kegiatan ini di sekolah-sekolah, tapi kali ini berbeda,” kata Firman, sapaan akrabnya.

Dipimpin Bintara Unit Dikyasa Satlantas Polrestabes Surabaya, Aiptu Muhammad Rikza Firmansyah, anak-anak diajak senam dan bernyanyi serta diperkenalkan rambu-rambu lalu lintas sembari bermain.

Opera Wayang Polisi ini bercerita tentang keselamatan berlalu lintas dijalan sebagaimana yang dimainkan oleh sosok bang jarwo, tokoh kartun anak anak yang sedang digemari saat ini.

Sementara itu, dari segi pengamanan lokasi penampungan, Polrestabes Surabaya mengerahkan 450 personelnya yang dibagi menjadi sejumlah bagian, yakni 12 jam dijaga 150 personel Polri dan 12 jam berikutnya juga dalam jumlah sama.

“Sebanyak 150 anggota lain disiapkan sebagai cadangan dan antisipasi. Kami tidak ingin ada pihak-pihak yang memanfaatkan keadaan ini sehingga berakibat negatif,” kata mantan Kasubag humas Polres Pelabuhan Tanjung Perak tersebut.***Ars

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here