SAMSUNG DIGIMAX A503
SAMSUNG DIGIMAX A503

TribratanewsJatim.com: Gubernur J awa Timur Soekarwo (Pakde Karwo) meminta polisi mengusut tuntas inisiator yang mengajak ratusan masyarakat untuk bergabung menjadi pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), termasuk mendalami informasi terkait aliran uang yang disetorkan. Hal ini ditegaskan oleh Gubernur Jatim, Soekarwo di Pahlawan Surabaya, Jumat (22/1/2016)

Dikatakan,  para pengikut gerakan Gafatar tersebut merupakan korban yang harus segera ditolong agar tidak lagi bergabung dan hidup bersama masyarakat pada umumnya.
Bahkan, berdasarkan informasi dari Pembantu Rektor III Universitas Negeri Jember, Prof. Saleh, para pengikut Gafatar terlebih dahulu diberi segelas air putih yang diminta untuk diminumnya.

“Saat pertemuan Rektor di Universitas Negeri Surabaya beberapa waktu lalu, Prof Saleh mengatakan kalau mereka diberi air minum. Para pengikutnya itu mayoritas berkecukupan serta berpendidikan tinggi,” ujarnya.

Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo itu berharap polisi bergerak dan menemukan aktor intelektual gerakan ini agar tak terulang kejadian serupa di kemudian hari.

Sementara itu, terkait lokasi yang akan dijadikan tempat penampungan sementara mantan anggota Gafatar asal Jatim yang dipulangkan dari Mempawah, Kalimantan Barat, pihaknya mengakui semua fasilitas sudah disiapkan.

Mantan Sekdaprov Jatim itu mengatakan, gedung transit milik Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan tersebut lokasinya strategis dan memiliki 500 kamar yang layak.

“Sudah siap semua dan mantan anggota Gafatar akan tinggal di sana selama beberapa hari. Kami belum memastikan waktunya karena akan didata, dibina dan disadarkan agar kembali ke jalan lurus,” katanya.

Selain itu, Pemprov Jatim saat ini masih meminta kepada Kementerian Sosial RI agar 315 orang mantan anggota Gafatar asal Jawa Timur langsung dipulangkan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya tanpa berhenti terlebih dahulu ke Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

“Ada 509 orang, untuk tahap awal sesuai nama dan alamat terdapat 315 orang, selebihnya nanti ada lagi menyusul 194 orang. Setelah didata, mereka dikembalikan ke daerahnya masing-masing dengan fasilitas dari pemerintah. Kepala daerah harus tanggap dan turun langsung,” katanya. (pan/mbah heru)

foto: Gubernur Jatim (dok)