12 sertijab 1TribratanewsJatim.com: Sejumlah masyarakat di Jogyakarta hilang yang diduga bergabung dengan gerakan fajar nusantara (Gafatar), seorang mahasiswa di Surabaya dan PNS di Mojokerto, Jawa Timur hilang diduga ikut kelompok Gafatar.

Terkait hilangnya warga Jawa Timur tersebut yang diduga bergabung dengan Gafatar, Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji menegaskan, akan terus melakukan antisipasi dan penyelidikan terhadap pergerakan Gafatar di Jawa Timur.

Bahkan, Jenderal Polisi berbintang dua itu mengintruksikan jajarannya untuk mengantisipai dan melakukan penyelidikan. “ Gafatar merupakan sempalan dari aliran radikal yang ada di Indonesia,” katanya.

Ditegaskan, langkah antisipasi telah dilakukan untuk membatasi pergerakan Gafatar di Jawa Timur. Bajkan Polda Jatim juga akan melakukan penyelidikan dan pengawasan kantor Gafatar yang ada di Surabaya dan Jawa Timur.

Menurut Kapolda Jatim, perkembangan Gafatar di Jawa Timur tidak sebesar di daerah lain, seperti di Jogyakarta dan Jawa Tengah. Namun jajaran Kepolisiaan di Jawa Timur akan terus melakukan peengawasan dan antisipasi keberadaan Gafatar.

“Pengawasan tertutup dan deteksi dini terhadap Gafatar telah dilakukan dan masyarakat untuk tidak resah dengan adanya Gafatar di Jawa Timur,” lanjut Kapolda Jatim. (mbah heru)

Foto: Kapolda Jatim