16 rekontruksiTribratanewsJatim.com: Rekontruksi pembunuhan terhadap  Sujimah (41) warga Pondok Benowo Indah (PBI) Surabaya dengan cara disiram menggunakan air keras,  yang dilakukan di 4 tempat kejadian perkara (TKP) bukan saja menggemparkan warga sekitar yang melihat, tetapi juga memacetkan arus lalu lintas.

Rekontruksi itu melibatkan tersangka utama DHS (51) warga Manukan Lor IV-A. Kegiatan ini dibackup semua anggota dari Polsek Lakatsantri, yang terdiri dari Unit Satlantas, Sat Reskrim, Sat Shabara, Sat Intelkam.

Pengamanan ketat dilakukan untuk mengantisipasi tindakan yang tidak diinginkan. Mengingat keluarga atau warga yang tidak terima melakukan penyerangan, sehingga membahayakan keselamatan tersangka. Namun demikian, jalannya rekontruksi berjalan aman dan kondusif.

Rekontruksi itu mengisahkan 15 adegan yang dilakoni DHS dan tidak semua adegan dilakukan di TKP, diantaranya saat pembelian air keras di toko kimia Jalan Tidar. Adegan ini  sebagai gantinya diperagakan di toko yang berada disamping Kecamatan Lakarsantri, atau depan Polsek Lakarsantri.

Selain itu juga termasuk saat DHS usai membeli air keras lalu pulang ke rumahnya di daerah Manukan, Tandes. Sebagai gantinya, ruangan  yang ada di Mapolsek Lakarsantri, yang digunakan untuk menyimpan air keras. Semua itu dilakukan pada adegan 1,2, dan 3.

Adegan ke 4,5,6,7dan  8, tersangka DHS mengambil air keras lalu berangkat mengendarai sepeda motor menuju Terminal Manukan. Lalu DHS langsung menelepon Mustakim, tukang ojek. Selanjutnya berboncengan berangkat menuju ke Jalan Manukan Tengah, salon Mey-Mey tempat Sujimah bekerja. Tersangka menyanggong di depan gang Jalan Manukan Adi III.

Begitu Sujimah keluar salon berboncengan mengendarai motor bersama Handoyo alias Doyok, hendak pulang inilah langsung dibuntuti oleh DHS dan Mustakim dari belakang. Sampai di Jalan Sambikerep, depan mushalah Baitul Mukmin, DHS mendahului motor korban lalu menyiramkan air keras yang ditaruh di botol mineral. Tetapi hanya mengenai tangan Sujimah.

Adegan ke 9, 10, 11, 12, 13, 14, dan 15. DHS tidak puas, lalu putar balik mengejar Sujimah yang berusaha kabur kearah Jalan Bungkal. Ditengah perjalanan, DHS yang emosi kemudian menumpahkan air keras sebanyak-banyaknya kebagian wajah Sujimah. Setelah berhasil, Tersangka kabur ke Jalan Ngeplak, untuk membuang botol, tujuannya menghilangkan jejak, lalu pulang.

Sujimah yang merasa kesakitan disekujur tubuhnya berusaha mencari bantuan sambil berteriak-teriak. Sampai pada akhirnya dua anggota patroli dari Polsek Lakarsantri, datang menolong Sujimah dan melarikannya ke RS BDH. Karena terluka parah kemudian dirujuk ke IRD RSU dr Soetomo, dan beberapa jam mendapatkan perawatan medis akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.

Sementara Kapolsek Lakarsantri, Kompol Slamet Sugiarto mengatakan, rekontruksi tidak sampai ke 22 adegan dan hanya dilakoni 15 adegan. “Tidak ada bukti baru pada jalannya rekontruksi dan semuanya sesuai dengan keterangan tersangka pada BAP,” ujarnya. (tbs/mbah heru)

Foto: rekontruksi