ilustrasi
ilustrasi

Surabayaraya 10/12/15: Polisi masih memeriksa beberapa saksi atas kasus pembuangan bayi berjenis kelamin laki-laki di Makam Asemjajar. Diantaranya FN, ibunya, adik FN, dan pacar FN berinisial FK. Empat orang tersebut, dianggap berperan penting. FN dan adiknya bertugas membuang bayi ke makam. Sedangkan ibu kandungnya yang mengetahui saat FK melahirkan di kos-kosan Jl. Gresik PPI.

“Status mereka masih sebagai saksi. Karena apa benar mereka melahirkan sendiri atau dengan bantuan orang lain untuk memijat perut FK,” jelas Kompol Edith Yuswo widodi,S.I.K., Kapolsek Bubutan, Rabu (9/12). Dalam pemeriksaan, ibu FN mengaku FK pada pagi hari memang tidur di kosnya. Tiba-tiba perutnya sakit dan melahirkan sendiri bayi yang di kandungnya.

Agar jelas, masih kata Edith, pihaknya menunggu hasil visum dari dokter RS Bhayangkara Polda Jatim, yang merawat FK. Karena FK sampai saat ini masih dirawat disana, dan belum bisa dimintai keterangan usai melahirkan bayinya yang berumur lima bulan. Nasi sudah menjadi bubur, kejadian atau perbuatan yang telah terlanjur terjadi atau dilakukannya harus dijalaninya. Itulah pribahasa yang cocok ditujukan kepada FN dan keluarganya.

“Bukan hanya aibnya yang terbongkar, melainkan atas ulahnya itu membuatnya terancam di-DO dari sekolahnya.” Pungkas Kapolsek Saat ditemui beberapa jam usai pemeriksaan, disalah satu ruangan di Polsek Bubutan.***chm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here