5 narkoba BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Peredaran narkoba memang sangat memprihatinkan. Tidak hanya menyasar wilayah kota, pelosok desa menjadi target peredaran narkoba. Ini terbukti dari penangkapan aparat Satnarkoba Polres Banyuwangi terhadap pengedar pil daftar G (pil koplo) di Dusun Wonoasih, Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Jumat malam (4/12/2015), yang merupakan salah satu wilayah pedalaman.

Penangkapan berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB itu berhasil mengamankan Imam Setyo (21), warga setempat. Lelaki ini menjadi sasaran penangkapan polisi karena kedapatan memiliki dan mengedarkan dua jenis pil yang mestinya dijual oleh pihak  yang mengantongi ijin dari lembaga terkait.

Sementara Imam menjual napza itu secara ilegal. Dia mendapatkan pil trihexyphenidil dan dekstro dari wanita berinisial Sri, asal Kalibaru. Menurut Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setyo Budi, transaksi pengiriman barang menggunakan sistem ranjau.

“Barang ditinggal oleh pengirim di seputar Stasiun Kalibaru. Kemudian pelaku mengambilnya di lokasi yang telah disepakati. Uangnya dikirim melalui transfer bank. Keduanya berkomunikasi melalui HP,” katanya, Sabtu (5/12/2015).

Penangkapan itu digelar sesaat, setelah tersangka mengambil ‘ranjaunya’ di sekitar Stasiun Kalibaru. Sebanyak 106 butir pil trek, 20 butir pil dekstro, uang Rp 60 ribu, 1 bendel plastik klip dan satu unit HP disita sebagai barang bukti.

“Kami juga menemukan 30 butir pil dekstro yang disimpan dalam bekas wadah kanebo dari tangan KDC. Tapi statusnya masih kami tetapkan sebagai saksi karena barang itu katanya milik Imam,” lanjut AKP Agung. (bwi/mbah heru)

Foto: tersangka dan barnag bukti pil koplo