23 mahasiswa UPNTribratanewsJatim.com: Penjahat jalanan jambret yang memiliki jimat atau sikep tahan pukulan, akhirnya babak belur dihajar massa. Keduanya dihajar massa karena menjambret tas milik guru SMK 6 di Jalan Ketintang Baru Surabaya. Kedua penjambret itu tak berdaya, jimat atau sikepnya disita Polisi.

Kedua pelaku berinisial WW (32) warga Jalan Simorejo dan AH (24) warga Genting Surabaya terkulai lemas saat diamankan di Asrama Polisi Ketintang. Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita tas hitam dan jimat keselamatan serta jimat anti pukulan yang di pakai tersangka. Jimat ini dililitkan di tubuh.

Usai jimat kedua pelaku dilepas para pelaku nampak lemas dan tak berdaya bahkan saat di pukul gayung salah satu tersangka jatuh tersungkur di taman saat berjalan menuju mobil polisi.

Kejadian ini berawal ketika korban baru saja mengambil uang di ATM Jalan Gunungsari, dan hendak pergi mengajar. Mobil bernopol L 1838 JG yang dikendarai korban berhenti di palang pintu perlintasan kereta api, karena ada kereta lewat di Jalan Ketintang. Tiba-tiba kedua pelaku yang mengendarai Motor Matik Merah L 8014 YX memepet mobil korban dan menggedor-gedor kaca mobilnya dengan memaksa untuk menyerahkan tas korban.

Sayekti mengatakan, pertama di gebrok gebrok langsung saya panik. Saya Jerit-Jerit ini macet kan sepur sana jauh sini jauh khan sepi… lupa ngak dibuka. Lalu korban teriak-teriak minta tolong, seorang mahasiswa yang mendengar teriakan itu langsung menangkap kedua pelaku.

Sempat ada perkelahian antara mahasiswa dan pelaku. Aksi heroik ini kemudian dibantu warga sekitar dan mengeroyoknya. Pelaku tak bisa kabur karena terjebak macet. sehingga massa mengeroyoknya.

Menurut keterangan Edo, mahasiswa UPN Fak Hukum, tas ibu ini di didalam mobil di jambret ….langsung dikejar, lalu terjadi perkelahian sampai massa membantu untuk menghajar penjahat jalanan itu.

Saat Berhasil terrtangkap, kedua pelaku diserahkan ke Polsek Wonokromo untuk diperiksa. Diduga para pelaku ini adalah pemain lama yang kerap keluar masuk penjara. Dari tangan tersangka, petugas menyita jimat sikep dan mootor matik yang dipakai tersangka untuk sarana kejahatan, Senin (23/11/2015). (mbah heru)