17 Traffic King TabesTribratanewsJatim.com: Anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar kasus penjualan anak di bawah umur, Selasa (17/11/2015).

Keberhasilan itu bermula dari informasi masyarakat dan keluarga korban yang melihat gerak-gerik aneh lantaran sering keluar rumah dengan NJ alias Icha, pelaku penjual gadis sebut saja Bunga (17) tinggal di kawasan Kertajaya Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pemeriksaan kepada korban dan penyelidikan.

Kasubag Humas Polrestabes Surabaya, AKP Lily Djafar mengatakan, dari hasil penyelidikan polisi berhasil membekuk tersangka NJ alias Icha.

Tersangka Icha mengaku, niatan menjual temannya bermula dari curhat antara Bunga dengan tersangka Icha. Curhat itu karena Bunga butuh biaya. Lalu Icha menawarkan Bunga kepada teman-temannya melalui pesan instan atau BBM (Blackberry Massanger).

Setelah keluhan Bunga dihubungkan kepada 3 lelaki hidung belang dan akhirnya terjadi transaksi dengan lelaki berinisial AA alias Upin, Js alias Haris dan AR alias Arju. Ketiga lelaki ini ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Sedangkan tarif untuk penjualan Bunga antara Rp 250 ribu – Rp 450 ribu dengan perjanjian pembagian secara fifty-fifty antara Icha dengan Bunga. Namun demikian, sampai kasus ini terungkap, ternyata Bunga tidak menerima uang sepeserpun dari Icha.

Sementara dua dari tiga lelaki hidung belang berhasil diamankan oleh anggota Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, ykni Upin dan Haris. Sedangkan Arju masih dalam pengejaran.

Dalam pemeriksaan Upin mengaku, sudah 2 kali menggunakan jasa Bunga dengan tarif Rp 400 ribu sekali main dan aksi bejat itu dilakukan di salah satu Hotel di Surabaya. Berbeda dengan Upin, kalau Haris mengaku baru kali pertama menggunakan jasa Bunga dengan tarif Rp 250 ribu. Dari tersangka yang berhasil diamankan, anggota Unit PPA mengumpulkan barang bukti uang Rp. 600 ribu, 4 HP dan 2 buah kondom.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Matanette menambahkan, pelaku dijerat pasal perlindungan anak, pasal 81 dan 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun. (mbah heru)

 

Foto Tersangka