????????????????????????????????????

TribratanewsJatim.com: Potong tumpeng menandai puncak peringatan HUT Bhayangkari ke 63, yang diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Bhayangkari Polda Jatim, Selasa (27/10/2015). Peringatan Ualnag Tahun Bhayangkari itu bertajuk “ Melalui Revolusi Mental, Bhayangkari Akan Mewujudkan Perannya Didalam Keluarga”.

Selain potong tumpeng, peringatan Hari Bhayangkari itu juga dihadiri oleh Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji, Waka Polda Brigjen Eddy H beserta istri dan Pejabat Utama beserta istri termasuk Kapolres jajajaran juga beserta istri.

Dalam sambutannya, Ketua PD Bhayangkari Polda Jatim Wiwi Anton Setiadji antara lain mengatakan, hendaknya anggota Bhayangkari  bisa berubah yang kurang baik, menjadi baik. “Mengingat kita harus berkomitmen untuk bisa berubah demi menjunjung tinggi citra Bhayangkari,” kata Wiwi sembari menambahkan perubahan di Bhayangkari terus berkesinambungan.

????????????????????????????????????

Selain itu, semangat perubahan dan perilaku untuk “Revolusi Mental” sesuai dengan perkembangan zaman, tentunya perkembangan yang positif. Termasuk menjaga kekompakan membangun kebersamaan dan rasa solidaritas.

Sebagai anggota Bhayangkari, lanjut Wiwi, dapat mengatur waktu, selain sebagai pendamping suami, juga sebagai ibu rumah tangga yang bisa menjaga keharmonisan rumah tangganya, termasuk karier suaminya sebagai anggota Polri.

Sementara Kapolda Jatim. Irjen Anton Setiadji dalam sambutannya antara lain mengatakan, hendaknya anggota Bhayangkari bisa instropeksi diri dan mengkaji sekaligus mengevaluasi dalam melakukan aktivitas yang dilakukan sehari hari.

“Kita bersyukur tugas Bhayangkari beda kontribusinya dengan tugas Polri. Tugas ibu ibu Bhayangkari, selain pendamping suami termasuk diantaranya mendidik anak juga perlu diperhatikan,” kata Kapolda.

????????????????????????????????????

Pada umumnya, lanjut Anton Setiadji, jika suami baru datang dari kerja, hendaknya sang istri tersenyum sehingga suasana bisa membuat hati suami sejuk. Bukan sebaliknya, saat suami pulang kerja, istri cuek. “ Kalau lihat suami lembut tentunya istri tersenyum. Ini merupakan contoh yang baik ditiru,” katanya.

Selain itu, jika istri marah dengan pembantunya, ya jangan marah juga kepada suaminya. Apalagi suami baru pulang kerja tiba tiba terkena marah. Cara seperti inilah membuat suami bisa jadi tidak kerasan di rumah.

Untuk itulah, apa artinya jika rumah tangga maupun karier menjadi anggota Polri berhasil, namun mendidik anak tidak berhasil.  “Seharusnya ada keseimbangan antara keberhasilan mendidik anak dan berhasil meniti karier,” ujar jenderal Polisi berbintang dua itu. (mbah heru)