????????????????????????????????????

TribratanewsJatim.com: Penertiban pertambangan, khususnya tambang pasir di wilayah hukum Polres Blitar Kota yang dilakukan oleh penambang tanpa memiliki ijin usaha pertambangan dari pemerintah dengan menggunakan alat atau mesin (mesin diesel / Eskavator), maka anggota Reskrim Polres Blitar Kota melakukan penertiban menyita barang bukti alat berat berupa Eskavator.

Alat berat Eskavator tersebut disita di wilayah Kecamatan Wonodadi yang sedang melakukan penambangan tidak disertai atau dilengkapi dengan surat ijin usaha pertambangan. Kemudian eskavator tersebut disita dan diamankan di depan Markas Polres Blitar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes R.P Argo Yuwono ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa hal itu bertujuan agar masyarakat Blitar Raya mengetahui bahwa Polres Blitar Kota dalam menegakkan hukum khususnya tambang illegal dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tranparan, bahwa tambang illegal melanggar Pasal 158 UU No.04 tahun 2009 tentang pertambangan minerba ancaman hukuman paling lama 10 tahun dan di denda 10 milyar rupiah. (mbah heru)

Foto: barang bukti yang disita di parkir di depan Mapolres Blitar