14 TosanTribrata.newsJatim: Kondisi kesehatan Tosan (saksi kunci),  yang,menjadi korban kekerasan dilakukan oleh kelompok kaum preman di Lumajang, Jawa Timur sudah membaik.

Didampingi Tim dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Selasa (13/10/2015) sekitar pukul 18.00 WIB, Tosan meninggalkan ruang Isolasi Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang menuju rumahnya di Desa Selo Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono mengatakan, kepulangan Tosan dari RSSA Malang didampingi tim LPSK. Untuk menuju ke rumah Tosan, Tim LPSK yang mendampingi Tosan menggunakan dua mobil Toyota Avanza warna Silver dan Inova warna Abu Abu.

Pemulangan Tosan didampingi oleh tim LPSK berjumlah 14 orang dengan dilengkapi surat perintah/Print No ST 2733/1.DVI/LPSK/10/2015. Proses pemulangan Tosan didampingi tim LPSK) seperti Edwin Partogi, LPSK Wakil LPSK, Raja Baringin SH MH (LPSK), Aji Muhammad Dana (LPSK)  dan Madia Ulfa (LPSK). Selain itu, M Baxchtiar (RSSA Malang), Dr Niam (dokter perawat), Bripka Daniel Bahrul (LPSK), Brigpol Debi A (LPSK), Bripol Rafit Asmoro (LPSK), dan Brigpol Satipudin (LPSK).

Sementara Dr Niam menyatakan, bahwa kondisi saksi Tosan sudah sehat dengan disaksikan oleh tim LPSK. Selanjutnya Tosan diperbolehkan pulang dan untuk selanjutnya menjalani perawatan pemulihan di rumah.

Sebagaimana diketahui, Tosan (53) menjadi korban kekerasan pada 26 September 2015 sekitar pukul 06.30 WEIB di Dusun Krajan II, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Lumajang. Saat itu Tosan didatangi sekelompok kaum preman berjumlah sekitar 20 orang dengan mengendarai sepeda motor.

Para kaum preman itu diduga dari kelompok pro penambang pasir. Tanpa banyak bicara, Tosan jadi sasaran penganiayaan. Kemudian Tosan berupaya kabur dari dalam rumahnya untuk menyelamatkan diri.

Melihat Tosan kabur, para pelaku mengejarnya dan berhasil melakukan kekerasan dengan pentungan hingga Tosan terjatuh. Dalam keadaan Tosan tidak berdaya karena luka yang diderita pada kepala dan perut cukup parah, kemudian para kaum preman usai melakukan kekerasan langsung meninggalkan lokasi kejadian. (mbah heru)

foto: Tosan didampingi Istrinya semasa masih dirawat di RSSA Malang

1 COMMENT

  1. Having read this I believed it was extremely enlightening.
    I appreciate you taking the time and energy to put this article together.

    I once again find myself spending way too much time both reading and posting comments.
    But so what, it was still worthwhile!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here