30Kapolda brooTribratanewsJatim: Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji dan Kabid Humas Kombes R.P Argo Yuwono, Jumat (2/10/2015) merapat ke Lumajang dengan naik pesawat helikopter. Sementara rombongan Komisi III DPR RI meluncur melalui jalan darat. Sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2015) anggota Kompolnas sudah berada di Lumajang.

Kehadiran pejabat para pejabat itu ke Lumajang tak lain untuk mengetahui diantaranya perkembangan situasi kamtibmas termasuk gejolak pasca kasus pembunuhan dan penganiayaan terhadap Salim Kancil (tewas) dan Tosan (luka berat dan masih opname dui RSSA Malang), yang terjadi pada Sabtu (26/9/2015) lalu.

Sementara, sebanyak 21 tersangka termasuk aktor intelektual (otak) kasus itu, Kades Hariyono menjadi penghuni rumah tahanan (Rutan) di Mapolda Jatim. Sedang yang dua tersangka lagi masih dibawah umur terkena wajib lapor berada di Lumajang.

Sebagaimana diketahui, semalam, sekitar pukul 22.00 WIB, Kamis (1/10/2015) tersangka Hariyono, Kepala Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur beserta 3 tersangka lain tiba di halaman Ditreskrimsus, Polda Jatim. Para terrsangka ini dapat pengawalan ketat polisi Polres Lumajang dengan bersenjata lengkap.

Keempat tersangka yang terlibat kasus pembunuhan dan penganiayaan kasus di Lumajang mengakibatkan tewasnya Salim Kancil dan korban luka berat Tosan diangkut mobil tahanan dengan pengawalan dua mobil Patwal dari Mapolres Lumajang berangkat sekitar pukul 19.00 WIB.

Keempat tersangka itu masing masing Hariyono, Hermoko, Mat Dasin dan Dodik. Usai turun dari mobil tahanan, merekan diperiksa kesehatannya satu persatu oleh tim kesehatan dari BidDokker  RS Bhayangkara Polda Jatim.

Usai diperiksa secara intensif oleh dr Fanny, salah tim kesehatan RS Bhayangkara Polda Jatim, para tersangka itu langsung dijebloskan tahanan Mapolda Jatim.

Sementara Kabid Humas Polda Jatim, Kombes R.P Argo Yuwono mengatakan, penanganan kasus itu ditarik ke Polda Jatim untuk penanganan perkara selanjutnya.Kini tercatat 21 tersangka yang ditahan di Polda Jatim. Sedang dua tersangka lain yang masih dibawah umur ditahan di Mapolres Lumajang.

Penyidikan kasus itu tidak sampaindi sini saja, namun tim penyidik terus berupaya untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain. “Semua itu bergantung perkembangan proses penyidikan,” katanya.

 Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hariyono, Kepala Desa ditetapkan sebagai tersangka  dan otak pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil hingga tewas dan, warga lainnya Tosan yang mengalami luka serius, karena menolak penambangan pasir ilegal di wilayah tersebut.

Wakil Direktur Krimsus Polda Jawa Timur, AKBP Anom Wibowo mengatakan, setelah menerjunkan tim cyber investigation pihak penyidik menemukan bukti dan saksi di lapangan keterlibatan Hariyono sebagai aktor intelektual.

Untuk pasal yang dijeratkan kepada Hariyono adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Itu masuk kategori pembunuhan berencana karena sebelum melakukan pengeroyokan dan pembunuhan dirapatkan dan disiapkan peralatannya,” kata Anom. (mbah heru)

Foto: Kapolda Jatim dan Kabid Humas serta Kanit Premanisme, Jatanras, Ditreskrimum Kompol Faruk Afero (berkaos)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here