2 Kapolres Jember Sambang RS anakTribratanewsJatim: Kasus penculikan bayi di tanah air kembali  marak. Hal ini terjadi karena rendahnya tingkat pengawasan sistem pengamanan terhadap keselamatan bayi. Dari berbagai kasus yang selama ini terjadi faktor kelalaian menjadi sebab utama terjadinya kasus ini.

Menurut data di Komnas Perlindungan Anak (KPA) dari tahun ke tahun angka kasus anak hilang terus meningkat, tahun 2014 pengaduan anak hilang sejumlah 196 Kasus , dibanding 2013 yakni 113 Kasus. Dan diantara 196 kasus yang dilaporkan , 35 kasus anak hilang terjadi di rumah sakit.

Mengantisipasi terjadinya kasus penculikan bayi di rumah sakit semestinya  dilakukan dengan tindakan preventif dengan membuat sistem standart pengamanan. Setidaknya bertambahnya daftar panjang tindak kejahatan terhadap anak harus dicegah, karena kasus penculikan anak masih menjadi momok menakutkan bagi orang tuanya.

Begitu pentingnya antisipasi kasus penculikan anak ini, membuat Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif SH SIK harus turun langsung melakukan sidak untuk mengecek sistem pengamanan terhadap keselamatan pasien bayi  di sejumlah rumah sakit, salah satu yang disidak Rumah Sakit IBI  di Kelurahan Talangsari, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur,  Jumat (2/10/2015).

“Seperti diketahui bahwa sudah sering terjadi aksi pencurian maupun penjualan bayi di Indonesia, khususnya di rumah sakit dan klinik. Karena itu, kami melakukan sweping sekaligus pengarahan agar kasus seperti itu tidak terjadi di Jember,” kata Kapolres  Jember

yang didampingi Kasat Reskrim dan anggota PPA.

Bahkan, sesekali Kapolres  menyempatkan diri berbincang dengan keluarga pasien dan menghimbau akan kewaspadaan dan jangan sampai lalai dalam menjaga bayi dari berbagai upaya tindak kriminalitas penculikan anak.

“Secara keseluruhan, rumah sakit dan klinik di Jember sudah menerapkan sistem pengamanan yang cukup bagus. Memang masih ada beberapa yang saya anggap ada kelemahan namun sudah saya beri arahan untuk diperbaiki,” tegas Kapolres.

Sementara itu, Suharti Komisaris IBI menegaskan, bahwa pihaknya sudah sejak lama memperketat pengamanan. Rumah sakit yang melayani persalinan, ibu dan anak ini, memberikan satu kartu untuk satu pasien. “Jadi walaupun banyak keluarga pasien yang mendampingi, kita hanya memberikan satu kartu saja,” katanya.

Nantinya, lanjutnya, hanya keluarga yang memakai kartu tersebut yang diperbolehkan melihat ataupun mengambil bayi. Tak hanya itu, para petugas di rumah sakit ini juga memakai seragam khusus. “Sehingga jika ada orang berniat tidak baik dan menyamar dengan pakaian petugas, pasti akan diketahui,”  ujar Suharti. (mbah heru)

Foto: Kapolres Jember saat lihat bayi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here