29 Kabid HumasTribratanewsJatim: Akhirnya Harino, Kepada Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasiran, Lumajang, Jawa Timur ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan dan penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas Salim Kancil dan Tosan menderita luka berat, yang kini masih dirawat di RS Syaiful Anwar Malang.

Keterlibatan Kepala Desa Hariono dijerat dengan pertambangan pasir besi secara liar, yang kasusnya ditangani oleh penyidik Polres Lumajang di-back-up oleh penyidik dari Ditkrimsus Polda Jatim.
Selain itu, tuduhan Hariono telah turut merencakan sekaligus menyediakan tempat bagi 22 tersangka untuk melakukan aksi pembunuhan dan penganiayaan terhadap kedua korban itu.

” Rencana Jumat (2/10/2015) tersangka Hariono yang diperiksa penyidik Polres Lumajang akan ditarik ke Polda Jatim,” kata kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono, Kamis (1/10/2015).

Sebegaimana diketahui, tindak pidana pembunuhan dan penganiayaan yang  terjadi di Lumajang, Jawa Timur terdapat dua laporan polisi (LP) nomor: LP/142/IX/2015/Jatim/Polsek Pasirian tertanggal 26 September 2015 tentang tindak pidana bersama sama melakukan kekerasan terhadap korban Tosan. Dan laporan polisi nomor LP/143/IX/2015/Jatim/Polsek Pasiran tertanggal 26 September 2015 tentang tindak pidana dengan sengaja merencanakan merampas nyawa orang lain secara bersama sama.

Barang bukti yang diamankan berupa cangkul, bambu sepanjang satu meter, satu stel pakaian korban Tosan, 4 bongkah batu, dua sepeda motor, senter, seutas tali tampar, sepotong jaket warna abu abu, sepotong celana panjang warna coklat dan sepasang sandal.

Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji didampingi Kabid Humas, Kombes Argo Yuwono dan Kanit IV Premanisme, Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim Kompol Faruk Afero SH, Rabu (30/9/2015) mengatakan, terkait LP Nomor 142 melibatkan 6 tersangka masing masing berinisial MS, SM, SY, SI, ED dan DH. Para tersangka ini dijerat pasal 170 ayat (1), (2) 2 e Jo 351 KUHP.

Para tersangka ini mengakibatkan jatuh korban bernama Tosan, yang kini masih menjalani opname di Rumah Sakit di Malang karena menderita luka berat. Dan belum bisa dimintai keterangan oleh tim penyidik Polres Lumajang yang di-back-up penyidik dari Unit Premanisme, Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim.

Peristiwa dengan LP 142 terjadi pada Sabtu (26/9/2015) sekitar pukul 06.30 WIB di Dusun krajan II, Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasiran, Lumajang, Jawa Timur.

Sedangkan terkait LP nomor 143 ini mengakibatkan Salim alias Kancil tewas dengan melibatkan 8 tersangka masing masing berinisial TS, EL, HM, GT, ET, NT, RD dan ES. Para tersangka ini dijerat pasal 340 Sub 338 Sub 170 Sub 351 KUHP.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Dusun Krajan Satu, Desa Selok Awar Awar,  Kecamatan Pasirin, Lumajang.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus itu melibatkan 22 tersangka dengan rincian, 17 tersangka ditahan di Polda Jatim, 3 tersangka lain masih diperiksa di Polres Lumajang terkait saksi Kepada Desa di sana yang diduga keras terlibat penambangan pasir besi liar. Sedangkan 2 tersangka lagi dibawah umur tidak dilakukan penahanan. Namun kasusnya terus berlanjut hingga berkasnya dikirim oleh penyidik ke Kejaksaan.

Sementara untuk penanganan kasus pembunuhan, penganiayaan dan pengeroyokan  ditangani  Unit IV Premanisme, Jatanras, Ditreskrimum Polda Jatim yang dikomandani oleh Kompol Faruk Afero. Perwira yang satu ini sekaligus pada Selasa (29/9/2015) sekitar pukul 13.00 WIB memimpin jalannya rekontruksi kasus tersebut.

Intingnya, lanjut kapolda Jatim, kasus itu segera tuntas dan berkas perkaranya sesegera dilimpahkan kepada Kejaksaan. (mbah eru)

Foto: Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Argo Yuwono

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here