AKBP Anom Wibowo, WadirreskrimsusTribratanewsJatim: Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur akhirnya menetapkan Hariyono, Kepala Desa Selok Awar-Awar, Pasirian, Lumajang sebagai tersangka  dan otak pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Salim Kancil hingga tewas dan, warga lainnya Tosan yang mengalami luka serius, karena menolak penambangan pasir ilegal di wilayah tersebut.

Wakil Direktur Krimsus Polda Jawa Timur, AKBP Anom Wibowo mengatakan, setelah menerjunkan tim cyber investigation pihak penyidik menemukan bukti dan saksi di lapangan keterlibatan Hariyono sebagai aktor intelektual.

“Lima belas menit lalu sudah ditetapkan sebagai aktor intelektual,” ujar AKBP Anom, Kamis (1/10/2015).

Dan, untuk pasal yang dijeratkan kepada Hariyono adalah pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Itu masuk kategori pembunuhan berencana karena sebelum melakukan pengeroyokan dan pembunuhan dirapatkan dan disiapkan peralatannya,” lanjutnya.

Sementara, soal pihak kepolisian yang dituding teledor karena tidak merespon permohonan perlindungan dari Salim Kancil dan Tosan, mantan Kapolres Madiun dan Kapolres KP3 Tanjung Perak itu menjelaskan, bahwa sebenarnya perlindungan atas keduanya sudah akan dilakukan pihak kepolisian.

“Begitu ada surat dan dibuat laporan polisi, rencananya perlindungan akan diberikan setelah apel pagi pada hari kejadian. Namun, sudah terburu ada kejadian tersebut sehingga terlambat memberikan perlindungan,” ujarnya (mbah heru)

Foto: AKBP Anom Wibowo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here