BNNP Jatim Ajak Anggota IPPNU Jadi Kader Penyuluh Anti NarkobaSURABAYA (halopolisi.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim menggelar pelatihan di kalangan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur untuk menjadi kader penyuluh anti Narkoba.

Pelatihan diikuti sedikitnya 15 peserta yang digelar selama dua hari. Dalam pelatihan ini disampikan materi terkait Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan bahaya penyalahgunaan Narkotika.

Selain itu, peserta juga mendapatkan materi tentang public speaking, teknik presentasi, dan materi mengenai rehabilitasi.

Pemaparan materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari BNNP Jatim yakni Drs. Muhammad Arifin, Faqih Syarif, dan Dita Amalia.

Di hari kedua, peserta melakukan praktek presentasi serta membuat rencana tindak lanjut berkaitan dengan pencegahan penyalahgunaan Narkoba, minimal di lingkungan terdekat peserta. Praktik presentasi ini dipandu oleh Danang Sumiharta.

“Sebagai Kader yang dibentuk oleh BNNP, mereka diharapkan siap memerangi Narkoba di kalangan remaja,” kata Danang Sumiharta yang juga Kasi Pencegahan BNNP Jatim, Senin (28/9/2015).

Untuk diketahui, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), prevalensi penyalahguna Narkoba penduduk Indonesia sebesar 2,2 % atau sekira 4,2 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun).

Hal ini mengalami peningkatan sebesar 0,21% bila dibandingkan dengan prevalensi tahun 2008, yaitu sebesar 1,99%. Dengan semakin maraknya peredaran gelap Narkoba, maka diestimasikan jumlah penyalahguna Narkoba akan meningkat 4,58 juta pada tahun 2013 apabila upaya P4GN tidak berjalan maksimal dan terpadu.(wis/ziz)

FOTO: BNNP Jatim saat memberikan latihan pada IPPNU agar menjadi Kader penyuluh anti Narkoba.(wis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here