????????????????????SURABAYA (halopolisi.com) – Untuk membangun jiwa enterpreneurship para mantan pecandu Narkoba sebagai upaya agar bisa hidup mandiri dan terbebas dari pengaruh Narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jatim mengembangkan kurikulum kewirausahaan.

Untuk sementara ini, BNNP Jatim mengembangkan kurikulum di bidang keahlian service handphone. Kurikulum kewirausahaan ini sudah mulai diterapkan dalam beberapa gelombang pelatihan. Hingga kini sudah memasuki gelombang keenam.

Kabid Rehabilitasi BNNP Jatim, AKBP Firmansyah, Kamis (24/9/2015) menuturkan, pemulihan ketergantungan Narkoba merupakan proses yang panjang dan berkesinambungan. Setelah menjalani rehabilitasi, mantan penyalahguna perlu mendapatkan perawatan lanjutan yang diberikan berupa program pasca rehabilitasi.

“BNN Provinsi Jawa Timur memberikan pelatihan servis handphone bagi mantan penyalahguna Narkoba dengan tujuan mereka dapat re-integrasi sosial dan kembali menjalankan fungsi sosial di masyarakat. Dengan mengembalikan fungsi sosialnya, diharapkan mereka dapat menjadi sumberdaya yang produktif,” kata AKBP Firmansyah.

Kurikulum kewirausahaan yang dikembangkan BNNP Jatim terbagi atas materi software dan materi hardware. Yaitu, materi software terdiri atas zone komputer, pengenalan alat service software (box flasher), serta cara jitu atasi semua permasalahan software pada Ponsel.

Sedangkan untuk materi hardware terdiri atas analisa kerusakan software dan hardware, frequency counter dan Oscilloscope, teknik mudah lepas, cetak dan pasang kaki IC BGA4, trik jumper dan baca skematik ponsel, teknik jitu cek dan ukur tegangan, bedah kasus semua kerusakan hardware ponsel, serta evaluasi bedah kasus handphone terbaru (troubleshooting).

Dalam setiap gelombang pelatihan, para peserta dididik selama tiga minggu. Pembagiannya, 2 minggu masa kursus atau pelatihan dan 1 minggu masa pemagangan.

“Untuk gelombang 5, masa kursusnya tanggal 7 hingga 19 September 2015 dan masa magang pada 22 hingga 26 September 2015. Sedangkan untuk gelombang 6, masa kursus tanggal 7 sampai 19 September 2015 dan masa magang pada 22 sampai 26 September 2015. Setiap gelombang diikuti sedikitnya 3 peserta,” beber AKBP Firmansyah.

Dengan bekal keterampilan yang dipelajari ini diharapkan para mantan pecandu bisa meniti kehidupan normal di masyarakat tanpa pengaruh Narkoba.

Untuk diketahui, berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2011 oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), prevalensi penyalahguna Narkoba penduduk Indonesia sebesar 2,2 % atau sekira 4,2 juta orang dari total populasi penduduk (berusia 10-60 tahun).

Hal ini mengalami peningkatan sebesar 0,21% bila dibandingkan dengan prevalensi tahun 2008, yaitu sebesar 1,99%. Dengan semakin maraknya peredaran gelap Narkoba, maka diestimasikan jumlah penyalahguna Narkoba akan meningkat 4,58 juta pada tahun 2013 apabila upaya P4GN tidak berjalan maksimal dan terpadu.(wis/ziz)

FOTO: Pelatihan service handphone yang digelar BNNP Jatim.(wis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here