27 Lantas BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Wajah Indahyani yang semula tegang berubah ceria. Pengendara sepeda motor Honda Vario bernopol P 6227 YA itu mendapat reward  dari Satlantas Polres Banyuwangi yang tengah menggelar Operasi Zebra Semeru 2015 di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria, Selasa (27/20/2015).

Sore itu, sekitar pukul 15.45 WIB, putrinya yang bernama Davina (4,5) mendapat hadiah helm khusus anak dari Satlantas Polres Banyuwangi. Penyerahan reward  itu langsung diberikan Kasatlantas Polres Banyuwangi AKP Samirin didampingi Kanit Regident Iptu Samuji.

Penghargaan ini diberikan karena sang ibu mengendarai kendaraan dilengkapi dengan STNK serta SIM. Dia juga mengenakan helm standar SNI. Karena mengenakan helm juga wajib bagi anak-anak, sebagai bentuk perhatian atas keselamatan bocah saat berkendara maka hadiah helm bagi Davina diberikan.

“Semoga aksi ini dilihat dan ditiru oleh para ibu yang lain. Anak itu juga wajib mengenakan helm demi keselamatan di jalan. Jangan hanya orang tuanya saja yang memakai pengaman kepala,” kata AKP Samirin.

Sosialisasi ini penting dimengerti oleh warga agar lebih memperhatikan keselamatan buah hatinya saat berkendara. Ditambahkan AKP Samirin, sesuai aturan semua pengendara kendaraan yang sifatnya terbuka wajib mengenakan helm.

“Untuk balita kami tekankan untuk diajari mengenakan helm sejak dini. Karena pengemudi roda empat yang baknya terbuka juga wajib mengenakan helm. Misalnya pengendara Jeep yang kap atasnya terbuka. Aturan lalulintasnya memang begitu,” lanjutnya.

Dalam razia yang berlangsung kurang lebih 45 menit itu, petugas lebih banyak melakukan teguran. Bagi pengendara motor surat-suratnya lengkap tapi membawa barang melebihi kapasitas diminta untuk menguranginya demi keselamatan.

Petugas juga sempat menurunkan kuli angkut yang naik di bak truk. Kasatlantas AKP Samirin meminta kuli itu turun dan pindah ke kabin depan bersama sang sopir.

27b lantas Banyuwangi 1“Angkutan bak terbuka tidak boleh digunakan untuk mengangkut orang. Tindakan itu sangat berbahaya dan melanggar aturan lalulintas,” tegasnya.

Aparat  terpaksa melakukan penilangan kepada pengendara kendaraan yang surat-suratnya tidak lengkap. Mereka diminta menjalani sidang tilang di Pengadilan Negeri Banyuwangi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Kali ini masih kita lakukan pembinaan. Setelah ini kita akan pertegas dengan langsung melakukan penilangan terhadap pelanggar. Kami rasa sosialisasi dalam kurun waktu hampir seminggu ini sudah cukup,” ujar mantan sopir dinas Inspektur Jenderal Untung S Rajab.

Sejak digulirkan 22 Oktober 2015, setidaknya lebih dari seratus pelanggar yang terpaksa ditilang. Karena dalam sehari kurang lebih 20-30 pelanggar yang terkena sanksi itu.

Atas reward ini, Indahyani yang baru pulang menjemput putranya les mengucap syukur. Selain luput dari sanksi tilang, putrinya malah mendapat hadiah helm dari aparat Satlantas Polres Banyuwangi.

“Terima kasih sudah dikasih helm. Kedepan anak saya yang lain kalau bisa diberi juga,” ucapnya sembari tersenyum kepada awak media disaksikan petugas.

Sebenarnya, lanjut Indah, Davina sudah punya helm di rumah. Kebetulan pas operasi sore itu tidak dipakai karena talinya rusak. Karena itu Davina hanya mengenakan jilbab.

Bagi-bagi helm itu juga diberikan bagi pengendara dewasa yang saat razia mengenakan helm tapi tidak standar. Helm lama milik pengendara ditarik petugas dan diganti dengan helm yang baru. Kegiatan simpatik aparat Satlantas Polres Banyuwangi ini mendapat respon positif dari warga. (mbah heru)

Foto: bagi  helm gatis Satlantas Polres Banyuwangi (humas)