27 tersangka bojonegoroTribratanewsJatim.com: Anggota Buser Polres Bojonegoro berhasil menangkap pelaku penipuan disertai kekerasan, Selasa (27/10/ 2015) sekitar  jam 12.15 WIB. Korban Masringah (64) warga Desa Ngeper RT 01/RW 01 Kecamatan Padangan, Bojonegoro. Sedang pelaku Pilih Suyarto alias Andri (31) warga Jalan Kapten Ramli, Kelurahan Ledok Kulon,  Bojonegoro, Jawa Timur.

Barang bukti yang diamankan berupa HP Nokia warna biru, STNK  Honda Supra X 125 Nopol  S – 3552 – CE milik Masringah, ATM Bank Jatim,  rekening Bank Jatim milik Masringah, KTP, SIM C milik Masringah,  pisau carter warna biru,  surat pernyataan pengajuan kredit mobil dari PT Srikandi Diamond motor Bojonegoro tertangga 28 September 2015 sebesar Rp. 10 juta dari Masringah ke tersangka Pilih Suyarto,  kwitansi pembayaran DP L300 oleh Masringah kepada tersangka senilai Rp10 juta tertanggal 28 September 2015, kwitansi pembayaran DP tambahan senilai Rp. 6,5 juta tertanggal 1 Oktober  2015, kwitansi pembayaran DP tambahan  Rp 8,6 juta tertanggal 7 Oktober 2015 dan motor Vario Nopol S-3838-BY warna putih milik tersangka beserta STNK.

Kronologisnya berawal pada Senin (28/9/2015)  pelaku mengaku sebagai sales officer head PT Srikandi motor menawari korban Masringah untuk kredit mobil L300 di show room PT. Srikandi Diamond Motor Bojonegoro.

Harga disepakati dan korban menyerahkan total DP sebesar Rp 25.100.000. Usai menrimam uang sebesar itu, ternyata mobil yang akan dibeli tidak ada kejelasan. Berselang sebulan tepatnya Jumat (23/10/ 2015) sekitar jam 13.00 WIB, tersangka menjanjikan untuk mengambil mobil di Srikandi motor.

27 BB penipu ulungSebelumnya tersangka  mengendarai Vario S-3838-BY miliknya janjian ketemu korban di bunderan Jetak.  Lalu tersangka menarik tas korban berisi uang Rp 800 ribu, SIM, STNK, buku rekening, ATM Bank Jatim, HP nokia dan KTP. Hal ini mengakibatkan korban terjatuh. Melihat korban terjatuh, tersangka langsung kabur.

Pada Selasa (27/10/ 2015) tersangka  menghubungi anak korban bernama Harno melalui SMS dengan memakai nomer  HP milik korban dan berusaha meminta uang transferan dari anak korban, Harno. Karena anak korban merasa curiga, bahwa yg meminta transferan adalah bukan ibunya, lalu Harno berusaha kirim uang secara tunai.

Namun sebelumnya, Harno menghubungi polisi untuk  minta bantuan untuk memancing tersangka agar ketemuan guna memberikan sejumlah uang yg diminta oleh tersangka. Akhirnya aksi penipuan disertai kekerasan yang dilakukan tersangka berhasil dibekuk di warung kopi samping mess Persibo, Jalan Untung Suropati Bojonegoro.

Saat itu juga tersangka diinterogasi dan mengaku uang hasil kejahatan  milik korban sebesar Rp. 25.100.000 dan Rp 800.000 habis untuk foya-foya bersama purel di Malang. (mbah heru)

Foto: barang bukti yang disita polisi