25 Ops Zebra BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Operasi Zebra Semeru 2015  yang digelar di jajajran Ditlantas Polda Jatim dimulai sejak 22 Oktober 2015. Penertiban kendaraan lalulintas ini akan digelar selama dua minggu atau berakhir 4 November 2015 mendatang.

Hari pertama operasi gabungan Satlantas Polres Banyuwangi bersama Corps Polisi Militer (CPM) menyasar wilayah Muncar denjgan dibantu aparat Polsek setempat petugas gabungan menghentikan sejumlah kendaraan yang tengah melintas di jalan Raya.

Kasat Lantas Polres Banyuwangi AKP Samirin menjelaskan, hari pertama Operasi Zebra digelar banyak pengendara di kawasan Kota Ikan yang tidak mengenakan helm. Selain itu petugas juga mendapati onderdil kendaran yang tidak lengkap.

“Para pelanggar kami kasih teguran agar mengenakan helm dan melengkapi suku cadang kendaraannya sesuai standar pabrik. Bagi pengendara yang menggunakan ban kecil juga kami arahkan untuk mengganti yang asli,” katanya, Jumat (23/10/2015) sore.

Bagi pengemudi yang tidak membawa SIM dan STNK cara penindakannya dilakukan dua strategi. Mereka diperkenankan pulang untuk mengambil surat-surat itu di rumah bila dekat. Jika tetap tidak bisa menunjukkannya maka akan ditilang.

“Itu khusus pengemudi yang rumahnya dekat dengan lokasi razia. Kita memberi toleransi agar mereka sadar bahwa bepergian jarak dekat harus membawa surat-surat kendaraan. Untuk pengemudi jarak jauh langsung kita tilang karena pelanggarannya disengaja,” tegas mantan Kasatlantas Polres Lumajang.

Hari kedua Operasi Zebra yang digelar Jumat siang terkonsentrasi di wilayah Wongsorejo. Kawasan ini merupakan salah satu titik rawan pelanggaran lalu lintas. Namun petugas dibuat terheran-heran karena sangat jarang pengendara yang melanggar.

“Tumben pas kami razia para pengendara telah mengenakan helm. Surat kendaraannya juga lengkap dan sesuai standar. Padahal laporan dari anggota wilayah Wongsorejo sebelumnya dikenal sebagai titik rawan pelanggaran lalulintas,” lanjut AKP Samirin.

Perubahan prilaku warga Banyuwangi bagian utara yang mendadak tertib berlalulintas ini karena Rabu malam (21/10/2015) lalu telah mendapat sosialisasi tentang Operasi Zebra Semeru 2015 dari aparat.

Malam itu Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama bersama para Kabag, Kasat dan Kapolsek menggelar ‘kopitan’ (ngopi sambil makan ketan) bersama warga Wongsorejo di Balai Desa Sumber Kencono.

“Dalam seminggu kedepan kami lakukan upaya teguran. Namun untuk seminggu berikutnya kami lakukan penindakkan karena sosialisasi Operasi Zebra 2015 kami anggap cukup diketahui oleh masyakarat,” tandas AKP Samirin sembari menegaskan kegiatan dalam rangka persiapan menyambut Operasi Lilin 2015 Desember mendatang.

Dia meminta warga tidak lari saat berpapasan dengan petugas razia. Andai ditilang dirinya berharap warga bersedia melakukan sidang di Pengadilan Negeri Banyuwangi tanpa menitipkan uang denda pada polantas (polisi lalu lintas).

“Daripada polisi dicurigai makan duit pengendara lebih baik warga menjalani sidang sendiri di PN. Biar tahu bagaimana rasanya menjalani sidang tilang sehingga tidak lagi melanggar di jalan,” tegasnya,

Selain gabungan Satlantas dan CPM, jajaran Polsek juga diperintahkan untuk menggelar operasi serupa di wilayah masing-masing. Intruksi ini diserukan Kabagops Polres Banyuwangi Kompol Sujarwo Rabu (21/10/2015) malam dan Jumat (23/10/2015) siang, perintah itu dilakukan aparat Polsek Kalibaru yang mengelar operasi di depan mapolsek.  (hpb/mbah heru)