15 sidang 6Tribrata.newsJatim: Sidang Disiplin Anggota Polri, yang dipimpin oleh Waka Polres Lumajang,  Kompol Iswahab digelar di ruang Bidang Keuangan SDM Polda Jatim, Kamis (15/10/2015)  menghadirkan 3 oknum terperiksa masing masing AKP S (mantan Kapolsek Pasirian, ang kini mengemban tugas Kasubagopsdal Polres Lumajang), Ipda SH (Kanit Reskrim Polsek), dan Aipda SP (Babinkamtibmas Pasirian).

Usai gelar sidang pembelaan yang dilakukan oleh ketiga oknum terperiksa itu, akhirnya pimpinan sidang memutuskan, bahwa sidang ditunda hingga Senin (19/10/2015) untuk membacakan putusan.

Dalam sidang lanjutan yang digelar mulai pukul 10.00 dan berakhir 11.30 WIB, ketiga terperiksa menyangga apa yang sudah dijelaskan oleh Hariyono, Kepala Desa (Kades) Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada sidang pertama, yang digelar, Senin (12/10/2015).

Pada sidang sebelumnya, Kades Hariyono menjelaskan, kalau AKP ST diberi intensif  Rp 1 juta  tiap bulan. “Seingat saya, saya sudah memberikan insentif ke Kapolsek sebanyak enam kali sebesar Rp1 juta per-bulan, tapi hanya satu kali yang saya serahkan sendiri secara langsung. Sedangkan lainnya saya titipkan Babinkamtibmas,” kata Kades pada gelar sidang pertama.

Sementara AKP berinsisial S pada sidang lanjutan menyangga, bahwa tidak benar menerima uang Rp 1 juta selama 6 kali dari Kades Hariyono. “ Siap….saya hanya menerima sekali Rp 1 juta . Uang ini untuk sumbangan acara syukuran HUT Bhayangkara 1 Juli 2015. Dan saya tidak minta, tapi diberi,” kata AKP S dihadapan pimpinan sidang.

Begitu pula dengan Kanit Reskrim Polsek setempat, pihak Kades Hariyono telah menyerahkan insentif sebanyak tiga kali sebesar Rp500.000 per-bulan. Ini pun  juga tidak tidak benar. “ Siap, kami hanya diberi Rp 50.000. Ini pun juga dimasukkan saku saya saat saya berkunjung ke rumah Kades dalam rangka silaturahmi, karena kami saay itu sebagai Kanit yang baru di Polsek Pasirian,” kata Kanit Reskrim Iptu Samsul.

Bukan hanya kedua terperiksa itu saja yang menolak tuduhan dari Kades Hariyono tentang nominal jumlah uang yang diberikan kepada kedua terpidana tadi. Tapi anggota Babinkamtibmas yang dituduh menerima Rp 500.000 per bulan juga tidak benar. “ Siap tidak benar ndan…kami hanya menerima yang Ro 50 ribu dan Rp 100 ribu,” kata amnggota Babinkamtibmas. (mbah heru)

Foto: Tiga oknum terperiksa saat jalani sidang disiplin

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here