12 SIdang DisiplinTribrata.newsJatim: Kejahatan kasus Lumajang, Jawa Timur  dilakukan secara “ berjamaah” mulai digelar, Senin (12/10/2015). Sidang disiplin terbuka untuk umum ini melibatkan 3 oknum polisi digelar di ruang 78 Bidang Keuangan Polda Jatim juga menghadirkan tiga saksi kasus Lumajang. Sidang dipimpin oleh Waka Polres Lumajang, Kompol Iswahab.

Sidang yang berlangsung sejak pukul 10.00 berakhir 11.00  WIB menghadirkan tiga saksi warga Selok Awar Awar, Pasirian, Lumajang, Jawa Timur bernama Kepala Desa Selok Awar Awar, Hariyono dan Harmoko koordinator  pengurus alat berat eksavator di Desa Awar Awar Kaur Desa Selok Awar awar.

Dalam sidang didiplin itu, dihadirkan pula 3 oknum polisi terperiksa masing masing AKP HS (mantan Kapolsek Pasirian-Polres Lumajang), Kanit Reskrim Polsek Pasirian, Ipda SH dan Babinkamtibmas, Aipda SP.

Begitu sidang berlangsung selama satu jam, akhirnya ditunda hingga Kamis (15/10/2015) mendatang dengan menghadirkan 3 oknum polisi berdinas di Polsek Pasirian, Polres Lumajang.

Sebelum sidang dimulai, terlebih dahulu ketiga saksi disumpah yang bunyinya demi Allah saya bersumpah, bahwa saya memberikan keterangan sebenar benarnya, bila saya memberi keterangan tidak benar, maka saya dapat kutukan dari Allah.

Usai membacakan sumpah, baru sidang dimulai diawali saksi Harmoko koordinator atau pengurus  alat berat eksavator. Dihadapan pimpinan sidang, Harmoko menjelaskan diantaranya, bahwa dirinya selaku menarik uang restribusi tambang pasir di Dusun Pecak, Desa Selok Awar Awar, yang merupakan area tambang pasir. Setiap hari penarikan restribusi truk yang mengangkut pasir ditarik tarif Rp 270 ribu.

Dalam waktu sehari hasil penarikan restribusi bisa memperoleh 10 kendaraan truk dikalikan Rp 270 ribu. Jadi jumlah keseluruha mencapai Rp 270 juta/hari. Aliran dana sebesar ini dibagi diantara kepada Kepala Desa Hariyomo.

Aliran dana sebesar itu dibagi bagikan seperti kepada Kepala Desa Hariyono, yang  juga membenarkan kalau dirinya memperoleh setoran. SebesarRp 142 ribu plus portal per hari dengan 10 truk angkut pasir.

Pendek kata, aliran dana yang diperoleh milyaran rupiah dibagikan, selain oknum polisi, termasuk oknum Koramil, Perhutani, Camat Pasirian Lumajang, hingga anggota DPRD Lumajang.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes R.P Argo Yuwono usai menghadiri sidang antara lain mengatakan, sidang disiplin menghadirkan tiga saksi dan sidang ini akan dilanjutkan pada Kamis (15/10/2015) mendatang ini menghadirkan tiga oknum polisi.

Dalam persidangan itu, Kepala Desa Hariyono “menyanyi” tentang aliran dana yang diberikan kepada siapa saja, sebagai dana intensif. Seperti oknum mantan Kapolsek memperoleh Ro1 juta/bulan, oknum Kanit Reskrim Polsek Rp 500 ribu dan Camat Rp 1 juta serta Boknum Babinkamtibmas Rp 1.5 juta (mbah heru)

Foto: Kegiatan sidang mendengarkan keteranghan saksi kasus Lumajang di gelar di Mapolda Jatim

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here