10 resmikan museum KapolriTribrata,newsJatim: Istri Kapolri Jenderal Badrodin Haiti melakukan penguntingan pita di pintu masuk gedung utama Mapolrestabes Surabaya yang dijadikan museum sejarah Kepolisian sejak zaman Belanda dan Jepang, Sabtu (10/10/2015) malam.

Pada acara peresmian museum itu, hadir antara lain mantan Kapolri yang juga Kapolrestabes Surabaya Jenderal (Purn) Suroyo Bimantoro dan mantan Kapolrestabes Surabaya yang kini menjabat sebagai Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Anang Iskandar, Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji, pejabat utama Mabes Polri dan Polda Jatim, Gubernur Jatim Soekarwo, dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Sumardi.

Dalam kesempatan ini, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, bahwa gedung peninggalkan Belanda memiliki ciri arsitekturnya termasuk Jepang. Dari masa ke masa, akhirnya gedung yang kali pertama bernama “Hoofdburear  Van Politie Te Soerabaia” direnovasi, yang sebagian ruangan dijadi museum sejarah Kepolisian.

Hal itu dilakukan karena polisi tergolong kreatif, sehingga sebagian gedung direnovasi. Setelah direnovasi jangan sampai lupa selalu dirawat.  “Dengan direnovasinya sebagian gedung dijadikan museum sejarah Kepolisian ini, saya berharap ada nilai nilai semangat dlam melaksanakan tugas. Sebab, polisi harus bisa mengamankan kotanya. Mulai dulu Zaman Belanda sampai  Jepang hingga sekarang,” kata Badrodin Haiti.

Untuk itulah, lanjut Badrodin berharap,  bahwa gedung gedung bersejarah tetap dirawat. Dan jangan sampai dikesampingkan tetap semangat untuk bisa menciptakan kondisi aman, tentram dan kondusif di kota Pahlawan, Surabaya ini.

Sebagaimana diketahui, bahwa museum berisi koleksi sejarah Kepolisian sejak zaman Belanda – Jepang, yang  diresmikan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, ini lokasi museum berada di dalam bangunan utama Mapolrestabes Surabaya.

Koleksi museum  pada zaman Belanda dan Jepang diantaranya  peralatan identifikasi, senajata laras pajang dan pendek , peralatan kantor mesin ketik, kamera, brankas,  alat pembesar sidik jari, seragam polisi, meriam dan sepeda pancal.

Selain koleksi itu, museum juga dilengkapi  dengan baju seragam mantan Kapolri Jenderal Suroyo Bimantoro dan mantan Kapolri Jenderal Sutarman. Kedua mantan Kapolri ini pernah dinas di Polrestabes Surabaya.

Dulu, nama Polrestabes Surabaya bernama Hoofdbureau  berubah menjadi Komtabes lanjut bernama Polwiltates dan hingga sekarang  Polrestabes Surabaya.  (mbah heru)

Foto: penandatanganan prasasti dilakukan oleh Kapolri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here