8 Dosen ITSTribrata.newsJatim: Pesta sabu-sabu di Perumahan ITS Sukolilo Surabaya, pasangan lesbi dicokok anggota Unit II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya. Adalah Rika (37) mantan istri dosen yang menjadi pasangan lesbi Eka (23) Sales Promotion Girl (SPG) warga Sukolilo.

Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya, Kompol I Wayan Winaya, Kamis (8/10/2015) menerangkan, keberhasilan itu diperoleh dari informasi masyarakat, karena rumah di Perum ITS sering dilakukan aktifitas pesta narkoba. Lalu dilakukan penyelidikan dan benar ada pesta narkoba, polisi langsung membekuk kedua wanita lesbi itu.

Barang bukti yang diamankan berupa satu poket sabu seberat 0,24 gram dua buah dompet warna merah putih dan satu buah HP. Kemudian kasus ini dikembangkan dan hasilnya polisi menangkap Imam alias Suryo (36) warga Klampis Surabaya. Tersangka ini sebagai pengedar narkoba yang dibeli oleh pasangan lesbi.

Dari tangan tersangka Suryo, polisi berhasil menyita barang bukti sabu sisa yang masih di pipet seberat 2,07 gram, yang ditaruh di  kaleng rokok dan satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka.

Dari penangkapan Suryo, polisi terus melakukan pengembangan dan ternyata Suryo memperoleh sabu dari pengedar narkoba di Bangkalan Madura, Jawa Timur. Kemudian Suryo diminta oleh polisi untuk memesan sabu ke pengedar yang ada di Bangkalan. Selanjutnya Rui  segera mengantar sabu yang dipesan Suryo ke Surabaya.

Dalam perjalanan hendak mengantar sabu pesanan Suryo, lalu Rui dikejar polisi dan berhasil diamankan. Dari para tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti 6, 72 gram sabu sudah dalam bentuk paketan siap pakai dan siap jual serta telepon genggam yang digunakan tersangka untuk bertransaksi.

Tersangka Eka mengaku, dirinya mengkomsumsi narkoba untuk menambah stamina saat bekerja. “Pekerjaan saya sangat membutuhkan  stamina banyak dan sebelum berangkat kerja nyabu dulu,” kata Eka dihadapan penyidik.

Sedang pengakuan tersangka Rui, bahwa dirinya disuruh orang untuk mengantarkan barang haram itu dan ini dilakukan baru ketiga kalinya. “Saya bukan bandar, tapi disuruh. Baru tiga kali ini mengirim sabu ke Surabaya,” kata Rui yang bekerja kuli bangunan. (mbah heru)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here