2 KapoldaTribratanewsJatim: Alasan 21 tersangka kasus kekerasan dan pembunuhan terkait tambang pasir besi di Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang dibawa ke Polda Jawa Timur untuk dilakukan penyidikan mendalam, karena para pelaku kerap menjawab tidak tahu saat dilakukan penyidikan. Dan akhirnya para tersangka itu mau bicara.

“Saat di Lumajang ngomongnya tak oneng (tidak tahu),” kata Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji pada wartawan di Pendopo Kabupaten Lumajang, Jum’at (2/10/2015).

Dikatakan, para tersangka saat di Lumajang sering kumpul dalam satu sel. Ketika berada di Mapolda dipisah, barulah mereka berbicara. “Jadi kami bisa mengetahui siapa dalang dan koordinator aksi pembunuhan,” katanya.

Dari pemeriksaan di Polda Jatim bisa diketahui siapa ketua aksi dan otak dari rencana penganiayaan hingga pembunuhan yang menggegerkan jagat nasional. Untuk itu, baru muncul keterlibatan Kepala Desa, sebelum aksi dilakukan. “Kan begitu proses penyidikan,” ujar Anton.

Sekadar diketahui, pertama 17 tersangka yang dibawa ke Mapolda Jatim dan terakhir 4 tersangka. Jumlah keseluruhan yang ditahan di Polda Jatim tercatat 21 tersangka. Sedangkan dua tersangka di bawah umur hanya dikenai wajib lapor. (mbah heru)

Foto: Kapolda Jatim didampingi kabid Humas saat berkunjung di Lumajang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here