??????????????????????????????????????????????????????????

TribratanewsJatim: Kawatir kalau kalau terjadi sesuatu yang tidak diingkan, Tosan aktivis penolak tambang di Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang kini sedang dirawat di ruang 13 RSSA Kota Malang dijaga anggota polisi bersenjata lengkap. Polisi terlihat bergantian berjaga di depan pintu ruang itu dengan menggunakan senjata laras panjang jenis V 2 Sabhara.

Ada 5 polisi gabungan yang berjaga sejak, Rabu (30/9/2015),  3 polisi dari Polres Lumajang dan 2 polisi dari Polres Malang Kota yang bertugas menjaga Tosan selama menjalani perawatan di RSSA. “Saya disuruh Kapolres untuk berjaga disini,” ujar anggota polres Lumajang, Bripda Eka Abdi Priwisono, Kamis (1/10/2015).

Sementara itu Ati Hariati, istri Tosan, mengaku, tenang dengan adanya penjagaan dari polisi. Dia sebelumnya merasa khawatir atas keselamatanya karena tidak ada penjagaan dari polisi.

“Mulai kemarin, tapi jamnya saya tidak tahu karena saya di dalam menjaga bapak (Tosan). Tenang rasanya sekarang dijaga polisi, karena sebelum terjadi penganiayaan, saya sama bapak didatangi ke rumah sama bawah celurit dan mengancam akan membunuh saya dan bapak (Tosan),”  kata Ati Hariati.

Tosan yang menjadi saksi dalam peristiwa berdarah tersebut kini sedang dirawat intensif di RSSA Kota Malang. Lambung Tosan menjadi bagian organ tubuh yang paling parah menderita luka, karena pukulan benda tumpul, sehingga membuat lambungnya pecah. Namun kondisi Tosan kini mulai membaik meskipun belum bisa diajak berkomunikasi.  (mbah heru)

Foto: Tosan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here