parfiSURABAYA (halopolisi.com) – Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Jatim merasa prihatin marak kasus prostitusi online. Hal itu sedikit banyak mencoreng citra artis di mata masyarakat.

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap jaringan prostitusi online yang diduga melibatkan artis berinisial AS. Sebab itu pihak Parfi Jatim perlu memberikan klarifikasi.

“Jangan digebyah uyah (dipukul rata). Artis adalah profesi. Jika memang terlibat seperti itu, itu adalah tanggung jawab pribadi artis itu sendiri. Kami tidak bisa mencampuri,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) Parfi Eva Rosdiana Dewi di di Hotel Inna Simpang, Senin (28/9/2015).

Eva sendiri mengaku bahwa AS, yang pernah diungkap oleh Polretabes Surabaya, bukanlah anggota Parfi.  Perbuatan AS adalah persoalan pribadi, bukan persoalan profesi.  “Meski bukan anggota Parfi, tetapi kami juga merasa prihatin. Semoga ada solusi,” kata Eva.

Sebagai organisasi, kata Eva, Parfi ingin meluruskan citra artis di mata masyarakat. Parfi berusaha sebisa mungkin menjaga nama baik artis. Ditegaskan bahwa artis Parfi tidak ada yang terlibat kasus semacam itu. Bila ada, jelas akan ada sanksi tertentu yang mungkin saja sanksi terberat bisa dikeluarkan dari keanggotaan.(wis/abi)

FOTO: Parfi saat memberikan klarifikasi di Hotel Inna Simpang.(wis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here