Tribratanews Jatim, madiun – Sedikitnya 300 pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Madiun, yang tergabung dalam forum komunikasi Rumah Sakit Caruban (FK2RSCM) menggelar aksi unjuk rasa menuntut transparansi  anggaran, perbaiki menegemen RS, Turunkan Direktur RS dan  tegakan supremasi hukum, Rabu (12/8/2015)

Para pegawai tersebut berkumpul di depan RSUD Caruban, selanjutnya dengan kawalan pihak kepolisian, mereka menuju Kejari Mejayan, Madiun, untuk memberikan laporan terkait adanya dugaan korupsi dana jam pelayanan dan dana taktis.

unras-3-692x360

Sesampainya di Kejari Mejayan, para pengunjuk rasa diterima Kasintel, Rahmad. Setelah bertemu, mereka menyerahkan segepok data untuk segera ditindak lanjuti. “Kami sebagai pegawai RSUD Caruban merasa diintimidasi dan tertekan. Kami menuntut adanya transparasi dan siapapun yang terlibat kasus dugaan korupsi jam pelayanan (Jampel) serta dana taktis untuk segera ditindak. Selain itu kami ingin adanya monitoring dan evaluasi di RSUD Caruban,” jelas Riyanto koordinator aksi pada pada media.

Riyanto menambahkan besaran dana Jampel yang diduga dikorupsi adalah sebesar Rp 2,1 miliar sedangkan dana taktis sekitar Rp 500 juta. “Semua berkas dan datanya sudah kami laporkan ke bapak-bapak di Kejari Mejayan,” sambungnya.

Selesai di Kejari Mejayan, Korlap unras  Dearai Aris Sumartoyo beserta para pengunjuk rasa selanjutnya menuju ke gedung DPRD Kabupaten Madiun untuk menyamapaikan uneg-unegnya kepada anggota diterima Ketua DPRD Bpk Joko Setiyono.dan Komisi C DPRD Madiun, disana menyampaikan aspirasi diantaranya  Klaim BPJS ke RS yg  tdk transparan , Sistem informsi managemant RS tdk tansparan, Apotek sering obat kosong, obat yg di beli oleh pasien umum ada logo Askes,  pegawai kontrak di gaji di bwh UMR Kab madiun, Mamin hanya di berikan Snak, 2 minggu sekali padahal hrsnya makan kary,  pengadaan Eco jantung, alat ada tp tdk boleh di gunakan dgn alasan krn type C. Kenapa di beli dgn harga Milyaran  dan RAT koperasi tdk pernah menyebut Rupiah tapi hanya pemilihan Anggota  saja.

Dalam pengamanan unjuk rasa ini Polres Madiun telah menurunkan total 227 personilnya terbagi dalam 3(tiga) Lokasi pengamanan1.Pam di kantor Kejaksaan 100 pers 2.Pam di gedung DPRD 100 pers 3.Pam wal titik kumpul Rsud Caruban  27 pers, hingga selesai kegiatan unjuk rasa berlangsung tertib aman kondusif (Red. Humas Polres Madiun).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here